Sisa Hasil Usaha (SHU), Kasus SHU dan Cara Penyelesaiannya

Sisa Hasil Usaha (SHU), Kasus SHU dan Cara Penyelesaiannya

Jika ditinjau dari aspek ekonomi manajerial, SHU (sisa hasil usaha) koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total dengan biaya total dalam satu tahun buku. Dari aspek legalistik, pengertian SHU menurut pasal 45 UU No. 25 adalah :

  • SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam 1 tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam 1 tahun buku yang bersangkutan.
  • SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dalam koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasiaan dan keperluan koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota.
  • Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.

Penetapan pembagian SHU kepada para anggota serta jenis dan jumlahnya untuk keperluan lain ditetapkan dalam rapat anggota sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Dalam hal ini jasa usaha mencakup transaksi usaha dan partisipasi modal. Maka besarnya SHU yang diterima oleh anggota berbeda-beda, tergantung besarnya pertisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.

Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan bila beberapa informasi dasar telah diketahui, yaitu :

  • SHU total koperasi pada satu tahun buku.
  • Presentase bagian SHU anggota
  • Total simpanan seluruh anggota
  • Total seluruh transaksi usaha yang bersumber dari anggota
  • Jumlah simpanan per anggota
  • Volume usaha per anggota
  • Presentase bagian SHU untuk simpanan anggota
  • Presentase bagian SHU untuk transaksi usaha anggota

Istilah-istilah dalam koperasi :

SHU total koperasi adalah SHU yang terdapat pada laporan L/R koperasi setelah pajak.

Transaksi anggota adalah kegiatan jual beli barang/jasa antara anggota koperasi dan koperasinya. Dalam hal ini posisi anggota sebagai pemakai sekaligus pelanggan koperasi. Informasi ini diperoleh dari buku penjualan dan pembelian koperasi dari buku transaksi usaha anggota.

Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal pada koperasi dalam bentuk simpanan pokok, wajib dan simpanan usaha. Informasi ini diperoleh dari buku simpanan anggota.

Volume usaha adalah total nilai penjualan barang dan jasa pada suatu periode waktu/tahun buku yang bersangkutan.

Presentase bagian SHU untuk simpanan anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk modal anggota.

Presentase bagian SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota.

Acuan SHU adalah prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Untuk koperasi Indonesia dasar hukumnya adalah pasal 5 ayat 1 UUD No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian yang mengatakan bahwa “pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi berdasarakan perimbangan jasa anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan.”

Dengan demikian SHU yang diterima anggota bersumber dari :

  • SHU atas jasa modal (Pembagian ini mencerminkan anggota sebagai pemilik sekaligus investor, karena jasa atas modalnya tetap diterima dari koperasi sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan)
  • SHU atas jasa usaha (Menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai/pelanggan)

Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada Anggran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Koperasi, seperti :

  • Cadangan koperasi
  • Jasa anggota
  • Dana pengurus
  • Dana karyawan
  • Dana pendidikan
  • Dana sosial
  • Dana untuk pembangunan lingkungan.

Tentunya tidak semua komponen di atas di adopsi koperasi dalam membagi SHU nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Adanya partisipasi yang aktif dari para anggota koperasi diharapkan akan dapat meningkatkan perolehan sisa hasil usaha (SHU). Perolahan sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun bagi koperasi menjadi sangat penting, karena sebagian dari sisa hasil usaha (SHU) tersebut disisihkan sebagai cadangan yang akan memperkuat koperasi itu sendiri. Partisipasi yang aktif dari semua anggota koperasi terhadap semua kegiatan koperasi diharapkan dapat memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh koperasi merupakan salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi tersebut dan akan mendorong anggota yang berpartisipasi pasif menjadi anggota yang aktif. Hal itu disebabkan anggota yang berpartisipasi aktif akan mendapatkan jasa yang lebih dari pembagian sisa hasil usaha (SHU) koperai tersebut, Koperasi sebagai salah satu badan usaha, koperasi harus mampu memperoleh laba dan tidak menderita kerugian karena dengan perolehan SHU yang tinggi maka modal koperasi akan semakin besar dan koperasi akan semakin kuat. Partisipasi anggota yang aktif sangat diperlukan oleh koperasi  dalam setiap kegiatan usaha koperasi, sehingga sisa hasil usaha yang diperoleh dapat mencapai target yang diinginkan.

SHU peranggota dapat dihitung sebagai berikut :

SHUa = JUa + JMa

Keterangan :

SHUa (sisa hasil usaha anggota)

JUa (jasa usaha anggota)

JMa (jasa modal anggota)

Dalam koperasi anggota berfungsi ganda yaitu sebagai pemilik dan pelanggan. Sebagai pemilik seorang anggota berkewajiban melakukan investasi. Dengan demikian anggota berhak menerima hasil investasinya. Di sisi lain sebagai pelanggan seorang anggota berkewajiban berpartisipasi dalam setiap transaksi bisnis di koperasi. Seiring dengan prinsip-prinsip koperasi, maka anggota berhak menerima sebagian keuntungan yang diperoleh koperasinya. Agar tercermin asas keadilan, demokrasi, transparansi dam sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi, maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut :

  • SHU yang dibagi adalah bersumber dari anggota
  • SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
  • Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
  • SHU anggota dibayar secara tunai.

KASUS SHU KOPERASI

Untuk mempermudah pemahaman tentang pembagian rumus koperasi, berikut disajikan kasus pembagian SHU di Koperasi Edelweis.

Menurut AD/ART Koperasi Maju Jaya, SHU dibagi sebagai berikut :

  • Cadangan
  • Jasa anggota
  • Dana pengurus
  • Dana karyawan
  • Dana pendidikan
  • Dana sosial

SHU bagian anggota menurut AD/ART koperasi Edelweis adalah 40% dari total SHU dan rapat anggota menetapkan bahwa SHU bagian anggota tersebut dibagi secara proporsional menurut jasa modal dan usaha, dengan pembagian jasa usaha anggota (JUa) sebesar 70% dan jasa modal anggota (JMa) sebesar 30%. Maka ada 2 cara dalam menghitung presentasi JUa dan JMa :

  • Langsung dihitung dari total SHU koperasi  sehingga :

JUa = 70% x 40% total SHU koperasi setelah pajak

= 28% total SHU koperasi

JMa = 30% x 40% total SHU koperasi setelah pajak

= 12% total SHU koperasi

  • SHU bagian anggota (40%) dijadikan 100% sehingga diperoleh angka absolut kemudian dibagi dengan prosentase yang ditetapkan.

Cara Penyelesaiannya :

Penghitungan SHU (L/R) Koperasi Edelweis tahun buku 2009 (dalam ribuan rupiah)

Penjualan/penerimaan jasa                              Rp 850.077

Pendapatan lain                                               Rp 110.717

Rp 960.794

HPP                                                                 Rp(300.906)

Pendapatan operasional                                  Rp 659.888

Beban operasional                                           Rp(310.539)

Beban adm dan umum                                    Rp  (35.349)

SHU sebelum pajak                                        Rp 314.000

Pajak penghasilan                                            Rp   34.000

SHU setelah pajak                                          Rp 280.000

Pembagian SHU koperasi Edelweis

  • Cadangan : 40% x 200.000 = Rp 80.000
  • Jasa anggota : 40% x 200.000 = Rp 80.000
  • Dana pengurus : 5% x 200.000 = Rp 10.000
  • Dana karyawan : 5% x 200.000 = Rp 10.000
  • Dana pendidikan : 5% x 200.000 = Rp 10.000
  • Dana sosial : 5% x 200.000 = Rp 10.000

Rapat anggota menetapkan SHU anggota dibagi dari :

Jasa modal : 30% x Rp 80.000.000 = Rp 24.000.000

Jasa usaha : 70% x Rp 80.000.000 = Rp 56.000.000

Jumlah anggota, simpanan dan volume koperasi :

Jumlah anggota = 142 orang

Total simpanan anggota = Rp 345.420.000

Total transaksi usaha = Rp 2.340.062.000

Kompilasi sebagian data simpanan, tarnsaksi usaha dan SHU peranggota

Nama Anggota Jumlah Simpanan Total Transaksi Usaha SHU modal SHU Transaksi Usaha SHU Peranggota
Natalia 1500 4800 104.22 114.87 219.09
Jofanka 2900 0 201.49 0 201.49

SHU usaha Natalia = 4800/2.340.062

= Rp 219.09 (dalam ribuan rupiah)

SHU modal Natalia = 1500/345.420

= Rp 104.22 (dalam ribuan rupiah)

KASUS SHU KOPERASI

Pengelolaan koperasi Adil SMPN 2 Kota Bima mengalami banyak masalah. Pasca-Rapat Anggota Tahunan (RAT) November lalu, pengurus baru mengaku menemukan ketimpangan pengelolaan selama empat tahun. Beberapa posting transaksi atau penggunaan kekayaan koperasi diduga fiktif. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus lama saat RAT, ditemukan sejumlah ketimpangan. Sejumlah transaksi keuangan, malah sengaja dibikin-bikin (fiktif) untuk menutupi ketimpangan yang terjadi. Anggota yang tidak memiliki pinjaman selama empat tahun anggaran malah dicatut untuk dicatat memiliki hutang pada koperasi. Selain itu, untuk menutupi ketimpangan penggunaan kekayaan koperasi itu, pengurus lama juga menggelembungkan jumlah hutang sebagian anggota. Tidak sampai di situ. Dalam laporan tahun 2005 panitia lama malah menambah hutangnya menjadi Rp2 juta lebih. Tahun 2006 menjadi Rp3 juta lebih, sedangkan tahun 2007 turun menjadi Rp2 juta lebih. Selain itu, sebagian kekayaan koperasi dihabiskan  pengurus lama guna untuk mengadakan rapat. Itu kontras sekali, karena yang diketahui selama empat tahun tidak pernah ada rapat. Diakui Syamsuddin, hingga tenggat waktu yang ditentukan, pasca-RAT pengurus lama, belum menyerahkan sisa saldo kas atau Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi sebesar Rp42 juta lebih.

Cara Penyelesaiannya :

Menurut saya cara penyelesaian yang harus dilakukan, pengurus Koperasi yang baru harus meminta keterangan data pengelolaan koperasi selama 4 tahun secara lengkap kepada pengurus yang lama. Baik simpanan maupun pinjaman anggota dan hasil SHU masing-masing anggota. Apabila antara data yang asli dengan laporan sekarang yang ada tidak sesuai atau mengalami ketimpangan yang jauh serta para anggota mengalami kerugian yang cukup besar, maka pengurus koperasi yang baru wajib meminta pertanggungjawaban pengurus yang lama atas ketimpangan laporan koperasi selama 4 tahun. Jika pengurus koperasi lama tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan masalah ini, maka wajib melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian agar tidak ada yang dirugikan dalam masalah SHU anggota koperasi.

KASUS SHU KOPERASI

Di lingkungan tempat tinggal saya terdapat Koperasi Simpan Pinjam di mana orangtua saya termasuk anggota koperasi. Berdasarkan informasi, simpanan wajib yang harus dibayarkan oleh orangtua saya setiap bulannya sebesar Rp. 4000. Dalam koperasi simpan pinjam ini apabila meminjam, bunga yang harus dibayarkan sebesar 2 %. Menurut kesepakatan setiap akhir tahun anggota koperasi akan mendapat bingkisan Hari Raya dari SHU masing-masing anggota. Yang menjadi masalah di sini, bukan hanya anggota koperasi saja yang mendapat bingkisan dari SHU masing-masing, namun semua warga lingkungan RT mendapatkannya termasuk yang bukan anggota koperasi. Dengan kata lain SHU anggota dibagi sama rata dengan warga masyarakat RT, tidak berdasarkan besarnya masing-masing SHU anggota. Akibat hal tersebut, orangtua saya akhirnya keluar dari keanggotaan koperasi simpan pinjam RT.

Cara Penyelesaiannya :

Menurut saya pembagian SHU sama rata tersebut sangatlah tidak adil dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Karena seharusnya anggota koperasi akan mendapatkan SHU berdasarkan pinjaman serta bunga yang dibayarkan. Tidak dibagi sama rata seperti itu, apalagi ada warga RT yang bukan anggota koperasi namun mendapatkan bingkisan yang berasal dari SHU anggota koperasi. SHU seharusnya dibagi sesuai dengan transaksi pinjaman dan jasa modal yang dilakukan oleh masing-masing anggota koperasi. Apabila pihak pengurus koperasi ingin membagikan SHU seharusnya sesuai dengan besarnya SHU masing-masing anggota. Sebaiknya berupa uang tunai sehingga mudah untuk pembagiannya. Jika pengurus koperasi (yaitu pengurus RT juga) ingin membagikan bingkisan hari raya secara merata ke semua warga RT, sebaiknya dana yang digunakan berasal dari kas RT sendiri bukan dari SHU anggota koperasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s